Cegah Dampak Karhutla, 8 Sumur Bor Bantuan Kapolres Kubu Raya Dicek Langsung Kabid Propam Polda Kalbar

0
Compress_20260903_170747_7091

Kubu Raya, Kalbar [SKN] – Delapan titik sumur bor bantuan Kapolres Kubu Raya disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Untuk memastikan fasilitas tersebut benar-benar berfungsi dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya, Kabid Propam Polda Kalbar Kombes Pol. Irwan Masulin Ginting, SIK, MM, turun langsung melakukan peninjauan dan pengecekan di sejumlah lokasi di Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Irwan didampingi Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril dan Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade Surdiansyah.

Pengecekan dilakukan terhadap kondisi sumur bor, ketersediaan udara, serta pemanfaatannya bagi masyarakat, termasuk potensi penggunaannya sebagai sumber pendukung udara ketika terjadi Karhutla.

Kombes Pol. Irwan Masulin Ginting mengatakan, pembangunan delapan sumur bor tersebut merupakan langkah nyata untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap air bersih.

“Sumur bor ini merupakan bantuan Kapolres Kubu Raya sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan air bersih. Selain masyarakat itu, keberadaan sumber air ini juga dapat mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla, khususnya apabila diperlukan untuk membantu proses pemadaman,” ujar Irwan, pada Kamis (3/9/2026).

Menurut Irwan, manfaat sumur bor tidak berhenti pada menyediakan kebutuhan air bersih. Di wilayah yang memiliki potensi Karhutla, keberadaan sumber air di sejumlah titik strategi dapat menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.

Pada kondisi normal, udara dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Namun ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi, sumber air tersebut dapat digunakan untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan.

“Yang terpenting bukan hanya sumur bor yang selesai dibangun, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan dan dirawat. Harapannya, masyarakat dapat menjaga keberadaannya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Delapan sumur bor tersebut dibangun di sejumlah lokasi yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat, mulai dari pondok pesantren, masjid, TPA hingga organisasi warga.

Salah satunya berada di Pondok Pesantren Nurul Anwar Al Mahrusiyah, Parit Tengah Baru, Dusun Kencana Utama, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang.

Pembangunan sumur bor di lokasi tersebut telah mencapai 100 persen. Air telah mengalir dan dimanfaatkan oleh para santri serta pengurus pondok pesantren.

Sumur bor juga berada di Pondok Pesantren Darul Amin, Dusun Martapura, Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan air bersih para santri, pengurus pondok pesantren, serta masyarakat sekitar.

Di Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien, Jalan KH Abdurrahman Wahid, Dusun Karya II, Parit Haji, Desa Kuala Dua, sumur bor digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih lingkungan pondok pesantren dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, sumur bor di Dusun Siak, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, memiliki manfaat tambahan sebagai salah satu sumber air yang dapat mendukung penanganan Karhutla.

Fasilitas serupa tersedia di Masjid Al-Kharamah, Desa Kuala Dua, untuk memenuhi kebutuhan air bersih jamaah dan masyarakat sekitar.

Sumur bor berikutnya berada di belakang Masjid Pondok Pesantren Darul Hidayah, Patok-Patok 5, Dusun Rejo Agung, Desa Rasau Jaya Satu. Sumber air tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan pondok pesantren, santri, pengurus, serta masyarakat sekitar.

Kemudian di TPA Ashabul Kahfi, Dusun Maju Jaya, Desa Radak Baru, sumur bor dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih lingkungan TPA dan masyarakat sekitar.

Satu titik lainnya berada di Dusun Harapan Baru, Parit Bujang Kerinci, Kecamatan Kubu. Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, sumber air tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan Karhutla.

Keberadaan delapan sumur bor bantuan Kapolres Kubu Raya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan air bersih, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla.

Bagi warga, sumur bor memberikan akses terhadap kebutuhan dasar. Bagi petugas di lapangan, sumber air yang tersedia di sejumlah titik dapat menjadi dukungan penting ketika terjadi kebakaran.

Irwan menekankan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas tersebut secara bersama-sama.

“Harapannya, bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Sumur bor harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik sehingga ketika masyarakat membutuhkan air bersih bisa digunakan, dan ketika terjadi Karhutla, sumber air ini juga dapat membantu penanganan di lapangan,” ujar Irwan.

Peninjauan itu menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai pembangunan infrastruktur semata.

Sebab, nilai sebuah sumur bor bukan hanya terletak pada udara yang mengalir dari dalam tanah, namun pada manfaat yang dirasakan masyarakat ketika udara itu benar-benar dibutuhkan.

Terlebih lagi di tengah ancaman Karhutla, keberadaan sumber udara di titik-titik strategis dapat menjadi pembeda ketika api mulai menjalar dan waktu menjadi sangat berharga.

Pewarta : Sri Astuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *