Peduli Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap, HMI-PMII-GMNI Singkawang Turun ke Jalan Bagikan 4.000 Masker

0
Compress_20260907_181435_5362

Singkawang, Kalbar [SKN] – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh elemen mahasiswa di Kota Singkawang. Di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Singkawang turun langsung ke jalan untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat.

Sebanyak 4.000 pcs masker dibagikan dalam aksi sosial yang digelar pada Minggu (6/9/2026) mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Para mahasiswa menyasar masyarakat, pengendara, serta pengguna jalan yang beraktivitas di luar ruangan dan berpotensi terpapar asap karhutla.

Aksi sosial tersebut dilaksanakan di sejumlah titik lampu merah yang menjadi lokasi dengan mobilitas masyarakat cukup tinggi, yakni Lampu Merah Ponegoro, Lampu Merah Yos Sudarso, dan Lampu Merah Roban Cipayung.

Dengan mengenakan atribut organisasi masing-masing, para mahasiswa tampak aktif membagikan masker kepada pengendara yang berhenti di persimpangan lampu merah. Mereka juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih terdampak asap.

Bagi HMI, PMII, dan GMNI, pembagian masker tersebut bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat. Mahasiswa menilai bahwa kondisi kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat apabila paparan asap berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dinilai menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan langsung terhadap asap dan partikel di udara.

“Kami berharap 4.000 masker yang dibagikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa untuk hadir dan bergerak bersama masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap karhutla di Kota Singkawang,” ujar perwakilan mahasiswa.

Selain membagikan masker, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi organisasi mahasiswa untuk mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap persoalan karhutla. Menurut mereka, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga masyarakat.

Aksi sosial HMI, PMII, dan GMNI Kota Singkawang berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengguna jalan terlihat menerima masker yang diberikan sebagai bentuk kepedulian di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap dapat semakin meningkat. Mereka juga mendorong semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi dampak karhutla yang terjadi di wilayah Kota Singkawang dan sekitarnya.

Bagi para mahasiswa, hadir langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Di tengah kepungan kabut asap, aksi sederhana membagikan masker diharapkan mampu memberikan perlindungan sekaligus menjadi pesan bahwa, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat harus menjadi gerakan bersama.

( Heruskn86 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *