FALS Koordinasikan Relawan Aksi Solidaritas, BPBD Singkawang Fasilitasi 2.000 Masker Untuk Masyarakat

0
Compress_20260910_174034_4171

Singkawang, Kalbar [SKN] – Kepedulian terhadap masyarakat di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong berbagai organisasi, komunitas, dan mahasiswa di Kota Singkawang untuk turun langsung ke lapangan.

Melalui Relawan Aksi Solidaritas, sembilan elemen masyarakat berkolaborasi membagikan masker kepada pengguna jalan di sejumlah titik persimpangan Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada Kamis (10/9/2026).

Dalam aksi sosial tersebut, Forum Aliansi Loyalitas Singkawang (FALS) berperan sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan di lapangan. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang memfasilitasi sebanyak 2.000 masker untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Koordinator Lapangan (Korlap) Relawan Aksi Solidaritas, Muhamad Sukri, Ketua HMI yang akrab disapa Peci Merah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Sukri menyampaikan bahwa aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi masyarakat, komunitas, organisasi mahasiswa hingga perguruan tinggi.

“Ini merupakan aksi sosial yang menyatukan berbagai unsur. Kami bergerak bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap,” ujarnya.

Relawan Aksi Solidaritas melibatkan sembilan elemen, yakni FALS, IKA FISIP, Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI), HIMAS AKBID, HIMBASTRA, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Oi Singkawang, dan STIT Sultan Abdulrahman.

Keterlibatan lintas organisasi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Masing-masing unsur mengambil peran dalam menggerakkan relawan, mengatur distribusi, hingga turun langsung membagikan masker kepada masyarakat.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai organisasi dan perguruan tinggi juga membuat kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aksi pembagian masker, tetapi sekaligus menjadi wujud kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan dan kondisi sosial yang dirasakan masyarakat.

Para mahasiswa dan relawan berdiri di sejumlah titik persimpangan untuk membagikan masker kepada pengendara yang melintas. Mereka memanfaatkan waktu ketika kendaraan berhenti di lampu lalu lintas untuk menyerahkan masker secara langsung.

Sebanyak 2.000 masker didistribusikan di tiga titik traffic light yang berada di kawasan jalan utama Kota Singkawang.

Aksi pertama dilakukan di Jalan Alianyang, kemudian dilanjutkan di Jalan Pemuda, dan terakhir di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan tingginya aktivitas kendaraan dan masyarakat. Sasaran pembagian masker meliputi pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan, serta masyarakat yang berada di sekitar persimpangan.

Pembagian dilakukan secara langsung agar masker yang difasilitasi BPBD dapat segera diterima dan digunakan oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, FALS melakukan koordinasi lapangan dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam Relawan Aksi Solidaritas. Para relawan kemudian dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan merata di setiap titik.

Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu kekuatan utama dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa dari berbagai organisasi dan perguruan tinggi turun langsung ke jalan, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus membantu memastikan pembagian masker berjalan secara merata.

Aksi ini juga menjadi gambaran nyata peran mahasiswa di tengah masyarakat. Selain menjalankan aktivitas akademik di lingkungan kampus, mahasiswa turut mengambil bagian dalam persoalan sosial dan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kolaborasi lintas organisasi tersebut menunjukkan bahwa gerakan sosial tidak harus datang dari satu kelompok saja. Ketika berbagai elemen memiliki kepedulian yang sama, kekuatan tersebut dapat disatukan menjadi sebuah aksi bersama.

Relawan yang terlibat dalam aksi ini memiliki latar belakang dan karakter organisasi yang beragam.

FALS mengambil posisi sebagai koordinator kegiatan. Sementara IKA FISIP, ISBI, HIMAS AKBID, HIMBASTRA, GMNI, HMI, Oi Singkawang, dan STIT Sultan Abdulrahman menjadi bagian dari jaringan Relawan Aksi Solidaritas yang bergerak bersama di lapangan.

Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bagaimana organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan mahasiswa dapat mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan respons cepat.

Aksi tersebut bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah dalam penanggulangan karhutla, melainkan memberikan dukungan dalam mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat, khususnya warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Selain membagikan masker, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan perlindungan diri ketika kualitas udara terdampak asap.

Di tengah kondisi kabut asap, pembagian masker menjadi bentuk sederhana kepedulian sosial. Para relawan tidak hanya mendistribusikan masker dari satu titik ke titik lainnya, tetapi juga menunjukkan bahwa organisasi, komunitas, dan mahasiswa dapat bersatu ketika masyarakat membutuhkan dukungan.

Sebanyak 2.000 masker yang difasilitasi BPBD disalurkan melalui jaringan Relawan Aksi Solidaritas dan dibagikan langsung kepada masyarakat di tiga kawasan jalan utama Kota Singkawang.

Kegiatan yang berlangsung pada 10 September 2026 tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun jejaring kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai kelompok masyarakat.

BPBD menyediakan fasilitas masker, FALS mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan, sementara organisasi, komunitas, dan mahasiswa menggerakkan relawan di lapangan.

Pola kolaborasi tersebut menjadi bentuk gotong royong dalam menghadapi dampak kabut asap, dengan menempatkan kepedulian terhadap masyarakat sebagai tujuan utama.

Dari Jalan Alianyang, Jalan Pemuda hingga Jalan Jenderal Sudirman, ribuan masker berpindah dari tangan para relawan kepada pengguna jalan.

Sebuah aksi sederhana yang mempertemukan pemerintah, organisasi, komunitas, dan mahasiswa dalam satu gerakan: solidaritas untuk masyarakat Singkawang.

Pewarta : Gafar Hamzah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *