20 Atlet Diturunkan, PERCASI Singkawang Amankan Dua Medali di Kejurprov Catur Kalbar 2026
Singkawang, Kalbar [SKN] – Kontingen catur Kota Singkawang menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur ke-49 Kalimantan Barat Tahun 2026. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 16–20 September 2026 di Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Jalan Ahmad Yani, Pontianak, atlet catur Singkawang berhasil membawa pulang dua medali, terdiri atas satu perak dan satu perunggu.
Dua medali tersebut dipersembahkan oleh atlet binaan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Singkawang. Muhammad Rizki Ramadhan meraih medali perak pada kategori U17, sedangkan Muhammad Qoroassyifa Qohhaar menyumbangkan medali perunggu pada kategori U19.
Rizki merupakan siswa MAN Singkawang, sementara Qoroassyifa adalah siswa SMA Negeri 3 Singkawang. Keduanya tampil dengan penuh konsentrasi di tengah persaingan ketat menghadapi pecatur muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Kejurprov Catur ke-49 Kalimantan Barat Tahun 2026 diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Percasi Kalimantan Barat bekerja sama dengan UKM Catur Politeknik Negeri Pontianak. Kejuaraan ini menjadi ajang bagi para pecatur untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di tingkat provinsi.
Dalam kejuaraan tersebut, Percasi Kota Singkawang menurunkan 20 atlet yang berlaga di berbagai kategori. Kontingen terdiri atas dua atlet veteran, tujuh atlet senior putra, dua atlet senior putri, serta sembilan atlet kelompok umur.
Kejuaraan berlangsung dengan persaingan yang cukup ketat menggunakan sistem Swiss sebanyak tujuh babak. Sistem ini menuntut setiap atlet menjaga konsistensi permainan, menyusun strategi secara matang, serta mempertahankan konsentrasi hingga babak terakhir.
Bagi kontingen Singkawang, keikutsertaan dalam kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan peningkatan pengalaman bertanding para atlet.
Ketua Percasi Kota Singkawang, Budi Anggoro, menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih para atlet dalam Kejurprov Catur Kalbar 2026.
Menurutnya, keberhasilan membawa pulang dua medali patut diapresiasi, mengingat para atlet harus menghadapi persaingan dengan pecatur dari berbagai daerah yang memiliki kemampuan dan pengalaman bertanding.
“Percasi Singkawang tentu bangga dengan hasil yang diraih atlet. Dua medali yang berhasil dibawa pulang menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di Singkawang terus berjalan. Namun, perjalanan masih panjang dan masih banyak yang harus dipersiapkan,” ujar Budi saat diwawancarai awak media, pada Minggu (20/9/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak semata-mata dilihat dari jumlah medali yang diperoleh, tetapi juga dari pengalaman dan proses yang dilalui seluruh atlet selama mengikuti pertandingan.
Budi menambahkan, pengalaman bertanding di Kejurprov menjadi modal penting bagi para atlet untuk menghadapi agenda berikutnya, terutama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Karena itu, ia meminta para atlet tidak cepat berpuas diri dan menjadikan hasil Kejurprov sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan masing-masing.
Evaluasi tersebut mencakup kemampuan membuka permainan, menyusun strategi, membaca pola permainan lawan, mengatur waktu, hingga menjaga konsentrasi selama pertandingan berlangsung.
“Setelah Kejurprov ini, para atlet tetap harus fokus. Kita akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov pada November mendatang. Masih ada waktu untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat persiapan,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Percasi Kota Singkawang, Niza Wiratama, yang akrab disapa Wira, mengatakan bahwa hasil Kejurprov Catur ke-49 Kalimantan Barat telah diterima dengan baik oleh jajaran Percasi Singkawang.
Menurut Wira, secara umum para atlet telah menunjukkan usaha dan kemampuan maksimal dalam menghadapi persaingan. Dua medali yang berhasil diraih juga menjadi salah satu indikator potensi atlet binaan Percasi Singkawang untuk terus berkembang.
“Hasil Kejurprov sudah kita terima. Prestasi yang diraih atlet sudah maksimal. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan mereka,” ungkap Wira.
Ia menjelaskan, salah satu aspek yang perlu terus diperkuat adalah jam terbang bertanding para atlet. Pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda dinilai penting untuk membentuk kematangan strategi dan mental bertanding.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Kalbar 2026, Percasi Singkawang akan terus mendorong program pembinaan, termasuk melalui training center (TC).
“Jam terbang mereka harus terus ditambah, salah satu upayanya melalui training center sebagai persiapan menuju Porprov Kalbar 2026. Kita ingin para atlet tidak hanya memiliki kemampuan secara teknis, tetapi juga semakin matang secara pengalaman dan mental bertanding,” jelasnya.
Wira berharap capaian Muhammad Rizki Ramadhan dan Muhammad Qoroassyifa Qohhaar dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di Kota Singkawang untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Ia menambahkan, pembinaan atlet catur membutuhkan proses berkelanjutan melalui latihan rutin, kompetisi, dan evaluasi. Karena itu, Percasi Singkawang berkomitmen memperkuat pembinaan mulai dari kelompok umur hingga kategori senior.
Keberhasilan meraih satu medali perak dan satu medali perunggu di Kejurprov Catur ke-49 Kalimantan Barat 2026 diharapkan menjadi bekal penting bagi para atlet Singkawang dalam menghadapi kompetisi selanjutnya, sekaligus memperkuat regenerasi pecatur di Kota Singkawang.
Pewarta : Gafar Hamzah
