Warga Lembah Bawang Keluhkan Infrastruktur Jembatan Sungai Subah Yang Kian Memprihatinkan
Bengkayang, Kalbar [SKN] – Warga Desa Godang Damar, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang, mengeluhkan kondisi Jembatan Sungai Subah yang hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Jembatan tersebut dikatakan telah berdiri sejak masa transmigrasi pada tahun 1983, saat wilayah itu masih berada di bawah administrasi Kabupaten Sambas, tepatnya Kecamatan Samalantan.
Menurut Amboysius.AN yang juga sebagai pengurus DAD Kecamatan sekaligus penasehat dari DPC MMBB Kabupaten Bengkayang, mengatakan usia jembatan yang telah mencapai puluhan tahun membuat kondisinya semakin memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera. Namun hingga kini, masyarakat menilai belum ada upaya nyata dari Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk melakukan pembangunan atau rehabilitasi melalui anggaran APBD.
“Sejak dulu sampai sekarang, jembatan ini belum pernah disentuh perbaikan dari pemerintah daerah. Padahal usianya sudah sangat lama,” ungkap Amboysius.AN
Kondisi tersebut semakin dirasa ironis karena di wilayah Kecamatan Lembah Bawang terdapat sejumlah perkebunan kelapa sawit berukuran besar. Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah operasionalnya, jelas Amboysius.AN
Namun demikian, Amboysius.AN menilai kontribusi program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR tidak ada atau yang dijalankan belum tepat sasaran. Infrastruktur penting seperti jembatan yang menjadi akses utama masyarakat justru belum mendapat perhatian.
“Banyak perusahaan besar di sini, tapi kami merasa CSR mereka belum menyentuh kebutuhan utama masyarakat, terutama untuk perbaikan jembatan ini,” tambah Amboysius.AN
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak perusahaan dapat segera mengambil langkah konkret guna memperbaiki Jembatan Subah, mengingat mengira itu penting sebagai jalur penghubung aktivitas warga sehari-hari.
(Heruskn86)
