Truk Overload Diduga Beroperasi Tengah Malam, Infrastruktur Jalan Kubu Raya Terancam

0
Compress_20260524_203840_0579

Kubu Raya, Kalbar // – Ruas jalan Raya yang menghubungkan Kecamatan Kuala Mandor B dan Kecamatan Mega Timur terancam mengalami kerusakan serius akibat maraknya aktivitas dump truk bermuatan melebihi kapasitas jalan.

Kendaraan bertonase berat itu diduga melintas secara rutin dengan beban yang melampaui batas kemampuan konstruksi jalan. Padahal, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebelumnya telah menetapkan batas maksimal tonase kendaraan di jalur tersebut hanya enam ton.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah dump truk diduga lebih sering beroperasi pada malam hingga dini hari. Aktivitas itu diduga dilakukan untuk menghindari pengawasan petugas sekaligus memperlancar pengangkutan muatan berlebih.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Selain memperbesar risiko kecelakaan, jalan yang rusak dapat menghambat distribusi barang dan meningkatkan biaya pemeliharaan yang pada akhirnya membebani anggaran daerah.

Warga Minta Pemda dan PU Bertindak Tegas

Masyarakat pengguna jalan mendesak Pemerintah Daerah bersama Dinas Pekerjaan Umum segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan jalan semakin parah dan sulit diperbaiki.

“Jangan tunggu jalan hancur baru ditindak. Pemerintah harus turun langsung melakukan pengawasan, terutama pada malam hari, dan memberi sanksi tegas terhadap truk yang melanggar tonase,” ujar seorang warga yang kerap melintasi jalur tersebut pada Sabtu (24/5/2026)

Warga juga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap legalitas dan pengawasan lokasi penimbangan sawit di sepanjang jalur Kuala Mandor B–Mega Timur. Mereka menduga aktivitas penimbangan yang tidak terkendali turut memicu tingginya lalu lintas truk bermuatan berat.

“Kalau pengawasan dan perizinannya berjalan baik, seharusnya kendaraan tidak bisa bebas membawa muatan berlebih,” kata warga lainnya.

Masyarakat menilai, tanpa pengawasan dan penegakan aturan yang konsisten, kebijakan pembatasan tonase hanya akan menjadi imbauan tanpa efek nyata di lapangan.

Pengawasan dan Penegakan Aturan Dinilai Mendesak

Praktik truk overload kerap menjadi persoalan di daerah jalur distribusi perkebunan dan logistik. Operasi kendaraan berat pada malam hari dinilai memperlemah fungsi pengawasan sekaligus mempercepat kerusakan struktur jalan.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dampaknya diperkirakan akan meluas, mulai dari meningkatnya biaya logistik, terganggunya mobilitas masyarakat, hingga membengkaknya anggaran perbaikan infrastruktur.

Karena itu, masyarakat meminta pemerintah segera memperkuat pengawasan tonase kendaraan, melakukan patroli rutin pada malam hari, serta menertibkan aktivitas penimbangan yang diduga melanggar aturan demi menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan di Kabupaten Kubu Raya.

( Heruskn86 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *