Helikopter EC-150 Jatuh di Medan Terjal Kalbar, Delapan Penumpang Meninggal Dunia

0
Compress_20260417_020228_8967

Kubu Raya, Kalbar [SKN] – Operasi pencarian helikopter EC-150 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara berakhir. Tim SAR gabungan mengkonfirmasi seluruh delapan orang di dalam helikopter tersebut meninggal dunia setelah pesawat jatuh di wilayah medan terjal di kawasan lereng Bukit Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026).

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan helikopter tersebut berangkat dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya pada pukul 07.37 WIB. Namun, pada pukul 08.12 WIB, helikopter dilaporkan hilang kontak.

“Kami menerima informasi dari AirNav pada pukul 10.40 WIB dan segera mengerahkan tim penyelamat dari Sintang dan Pontianak menuju titik koordinat terakhir,” ujar Junetra dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Pontianak, Kamis malam.

Puing Ditemukan di Medan Terjal
Titik jatuhnya helikopter terdeteksi melalui pemantauan udara menggunakan helikopter NAS-332 C1+/H-3218 milik TNI AU Lanud Supadio. Puing-puing terletak pada koordinat 0°10’41,00” LS – 110°45’48,00” BT.
Komandan Lanud Supadio, Marsma TNI Sidik Setiyono, mengatakan lokasi penemuan berada di area dengan kemiringan ekstrem.

“Puing helikopter berada di medan dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Karena cuaca hujan dan jarak pandang terbatas pada malam hari, operasi udara dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok pagi,” kata Sidik.

Ratusan Personel Dikerahkan
Operasi pencarian yang melibatkan berbagai elemen. Asops Kasdam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap, menyebutkan sedikitnya 290 personel TNI dari Kodim Sanggau, Yon TP 833, dan Yonif 642 disiagakan di bawah koordinasi Korem 121/Abw.

TNI AU juga berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Barat untuk menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) guna proses identifikasi korban setibanya di Lanud Supadio.

Data Korban dan Rencana Evakuasi
Berdasarkan manifes data, terdapat delapan orang di dalam helikopter, terdiri dari enam warga negara Indonesia dan dua warga negara Malaysia, yakni:

Kapten Marindra W (pilot)
Harun Arasyid (insinyur)
Patrick Kee (Malaysia)
Victor Tan (Malaysia)
Charles Lakidang
Fauzie Orbanta
Sugito
Joko Catur

Hingga pukul 19.40 WIB, tidak ditemukan korban selamat dalam kejadian tersebut. Proses pengangkutan jenazah dilakukan pada Jumat (17/4) mulai pukul 07.00 WIB menggunakan helikopter NAS-332 C1+, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi kejadian

(Heruskn86)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *