Forum Konsultasi Publik Wadah Bea Cukai Entikong Mendengar Aspirasi Dari Lintas Instansi dan Masyarakat

0
Compress_20260415_225905_5645

Sanggau, Kalbar [SKN] – Bea Cukai Entikong menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik: Sosialisasi Standar Layanan Bea dan Cukai di PLBN Entikong pada Rabu (15/4/2026), bertempat di Aula Bea Cukai Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat keterbukaan informasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di kawasan perbatasan. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog langsung antara penyelenggara layanan dan masyarakat pengguna jasa.

Peserta yang hadir merupakan perwakilan lintas sektor di wilayah Entikong, meliputi unsur pemerintah seperti BNPP Entikong, Kecamatan Entikong, serta Kantor Imigrasi TPI Kelas II Entikong. Kegiatan ini juga didukung instansi kekarantinaan yakni Loka Kekarantinaan Kesehatan Entikong dan Satuan Pelayanan Karantina Entikong yang memiliki peran strategis dalam pengawasan lalu lintas di perbatasan.

Selain itu, keterlibatan unsur dunia usaha seperti PT. Entikong Mandiri Jaya dan APIEPINDO menunjukkan dukungan nyata terhadap penguatan ekosistem perdagangan lintas batas. Peran media melalui RRI Entikong dan TVRI Kalimantan Barat – Entikong turut memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat. Sementara itu, unsur pendidikan dari STKIP Melawi serta tokoh masyarakat melalui Dewan Adat Dayak Entikong dan MABM Entikong semakin memperkuat sinergi multipihak.

Forum Konsultasi Publik ini diselenggarakan dengan berlandaskan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas, serta mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 46/PMK.01/2021 dan PMK Nomor 188/PMK.01/2016. Melalui forum ini, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan masukan sekaligus memperoleh kepastian layanan secara langsung.

Bagi Bea Cukai Entikong, kegiatan ini menjadi instrumen evaluasi yang efektif guna meningkatkan kualitas layanan Bea Cukai Entikong secara berkelanjutan dan memperkuat kepercayaan publik di kawasan perbatasan negara.

Pewarta : Fernando Manurung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *