Aktivitas Kayu Diduga Ilegal di Simpang Hulu Ketapang Viral, Aparat Didorong Lakukan Penelusuran
Ketapang, Kalbar [SKN] – Aktivitas penimbunan dan pengolahan kayu yang diduga tidak memiliki izin di wilayah Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, menjadi sorotan publik setelah informasi terkait hal tersebut viral di media sosial.
Lokasi yang disebut berada di kawasan Balai Berkuak memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa aktivitas usaha kayu tersebut diduga telah berlangsung cukup lama.

Seorang individu yang dikenal dengan sebutan “Akau” turut menjadi perhatian publik karena namanya dikaitkan dengan aktivitas tersebut. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi keterlibatan pihak yang bersangkutan.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku mengetahui adanya aktivitas tersebut. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan itu diduga berjalan tanpa hambatan dan belum terlihat adanya penindakan dari aparat penegak hukum.
“Informasinya sudah lama berlangsung dan belum pernah ada tindakan,” ujar salah satu warga.
Berdasarkan dokumentasi yang beredar di media sosial, terlihat adanya tumpukan kayu dalam jumlah cukup besar di sebuah lokasi yang diduga berada di belakang sebuah bangunan tempat tinggal. Selain itu, tampak pula alat pemotong kayu jenis serkel yang mengindikasikan adanya aktivitas pengolahan kayu.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait legalitas kayu yang ditimbun dan diolah. Aktivitas pengolahan kayu tanpa dokumen resmi berpotensi melanggar ketentuan di bidang kehutanan serta dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Masyarakat mendorong aparat penegak hukum, mulai dari tingkat Polsek, Polres, hingga Polda, serta instansi terkait di bidang kehutanan untuk melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh.
Warga berharap langkah yang diambil dilakukan secara tegas, transparan, dan sesuai prosedur guna memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan tersebut. Pihak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak yang disebut dalam informasi yang beredar untuk memperoleh klarifikasi serta memberikan ruang hak jawab.
Isu ini masih menjadi perbincangan di media sosial dan terus menarik perhatian publik.
( Heruskn86 )
Sumber: Informasi yang beredar di media sosial (Power Pers)
