Ambruk Sejak 2023, Turap Dekat Pasar Alianyang Diabaikan, Prioritas Anggaran Pemkot Singkawang Dipertanyakan
Singkawang, Kalbar [SKN] – Sebagian turap sungai di sekitar Pasar Alianyang, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dilaporkan ambruk sejak 2023 lalu. Hingga pada Sabtu (24/10/2026), kerusakan sepanjang kurang lebih 40 meter tersebut disebut belum menunjukkan tanda-tanda akan diperbaiki.
Seorang warga Singkawang yang menolak namanya disebutkan menjadi sumber informasi mengatakan, kerusakan turap diduga berkaitan dengan pekerjaan normalisasi sungai menggunakan alat berat jenis ekskavator yang dilakukan oleh seorang pengusaha berinisial A.
Menurut sumber tersebut, pekerjaan pengerukan lumpur itu diduga dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Kota Singkawang. Aktivitas pengerukan tersebut disebut menjadi salah satu penyebab ambruknya turap.
“Pekerjaan normalisasi itu seharusnya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah daerah. Pengerukan yang dilakukan di sekitar fondasi turap diduga menyebabkan struktur penahan tanah tersebut kehilangan kekuatannya,” ungkap sumber tersebut.
Ia menjelaskan, pengerukan lumpur di sekitar dasar turap berpotensi mengurangi daya dukung tanah. Kondisi itu diperparah dengan penumpukan material lumpur di dekat sisi turap yang diduga menambah beban pada struktur penahan tanah.
“Seharusnya pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kondisi turap dan lingkungan sekitarnya. Jika pengerukan dilakukan tanpa perhitungan teknis yang tepat, risiko kerusakan bisa semakin besar,” ujarnya.
Warga tersebut juga mempertanyakan belum adanya perbaikan terhadap turap yang ambruk selama bertahun-tahun. Ia menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah Kota Singkawang, terutama dalam menentukan skala prioritas pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Kritik juga diarahkan pada pekerjaan turap di kawasan Jembatan Agen dan Jembatan Pasar Beringin yang disebut mendapatkan alokasi anggaran hingga miliaran rupiah pada 2026.
Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi prioritas pekerjaan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur yang sudah rusak dan belum tertangani. Ia menilai, perencanaan pembangunan harus mengutamakan asas manfaat, efektivitas, dan efisiensi penggunaan anggaran daerah.
“Jangan sampai infrastruktur yang sudah lama ambruk justru dibiarkan, sementara pekerjaan turap di lokasi lain kembali dilaksanakan dengan anggaran besar. Pemerintah Kota Singkawang harus memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Singkawang segera melakukan langkah teknis terhadap kondisi turap di sekitar Pasar Alianyang, serta menjelaskan rencana penanganan yang akan dilakukan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, warga menilai pemerintah Kota Singkawang harus lebih cermat menetapkan prioritas pembangunan. Penanganan infrastruktur yang rusak dan berpotensi membahayakan masyarakat dinilai perlu mendapat perhatian serius,” pungkasnya
( Heruskn86 )
