Gerakan Jaga Kebersihan Kota Singkawang, Harmoni Budaya Dalam Bingkai Merah Putih
Singkawang, Kalbar [SKN] – Semangat gotong royong dan nasionalisme diwujudkan melalui aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada Sabtu (10/10/2026). Tiga organisasi masyarakat (ormas) berkolaborasi turun langsung melakukan gerakan kebersihan dengan mengusung tema “Harmoni Budaya dalam Bingkai Merah Putih”.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan demi kepentingan masyarakat.
Tiga organisasi yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Pemuda Panca Marga (PPM) LVRI Kota Singkawang, Avatar Peduli Bencana (APB), dan Siaga Sampah Singkawang (3S). Ketiganya memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial, mitigasi bencana, serta pelestarian lingkungan.
Pemuda Panca Marga (PPM) LVRI Kota Singkawang melalui bidang sosial turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran organisasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Cabang PPM LVRI Kota Singkawang, Maya Hasti Edelina Siahaan, S.H.
Maya mengatakan, sebagai organisasi yang mewarisi semangat perjuangan para Veteran Republik Indonesia, PPM memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui tindakan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Nasionalisme bukan cuma soal upacara. Nasionalisme adalah aksi nyata. Salah satu wujudnya adalah menjaga kebersihan kota kita tercinta ini. Veteran dulu berjuang merebut kemerdekaan, tugas kita sekarang mengisi kemerdekaan dengan kepedulian,” ujar Maya di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada daerah sekaligus upaya menumbuhkan rasa cinta terhadap Kota Singkawang.
Avatar Peduli Bencana (APB) turut berpartisipasi dengan membawa semangat pelestarian lingkungan dan edukasi mitigasi bencana. Organisasi ini mengusung filosofi empat elemen, yakni air, api, tanah, dan udara, sebagai bagian dari pendekatannya terhadap kepedulian lingkungan.
Perwakilan APB menegaskan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke parit dan sungai, dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.
“Kita jaga alam, alam jaga kita. Sampah yang dibuang sembarangan ke parit dan sungai adalah awal dari banjir dan bencana. Jadi, membersihkan kota adalah bagian dari mencegah bencana,” ungkap perwakilan APB.
Melalui kegiatan tersebut, APB mengajak masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah dan menjaga lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.
Sementara itu, Siaga Sampah Singkawang (3S) turut berkontribusi dalam gerakan kebersihan melalui upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Komunitas ini secara konsisten mendorong edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta pengelolaan sampah melalui proses daur ulang.
Keterlibatan 3S dalam kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari rumah tangga hingga ruang publik.
Kolaborasi ketiga ormas ini dilatarbelakangi kepedulian terhadap kondisi kebersihan kota. Sebagai kota yang dikenal dengan keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat yang harmonis, Singkawang dinilai perlu didukung oleh lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata serta menjaga kenyamanan warga maupun wisatawan yang berkunjung.
“Kalau kotanya bersih, wisatawan nyaman, warga sehat, banjir pun berkurang. Sampah bukan cuma soal kotor, tapi soal kepedulian kita sama kota tercinta,” tutur Maya.
Dalam kegiatan tersebut, ketiga organisasi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan melalui langkah-langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, tidak membuang sampah ke parit atau sungai, serta melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin.
Kegiatan ditutup dengan seruan bersama untuk mempertahankan semangat persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan. Perbedaan organisasi maupun latar belakang bukan menjadi penghalang untuk mencapai tujuan yang sama, yakni mewujudkan Kota Singkawang yang bersih, sehat, dan lestari.
Pewarta: Gafar Hamzah
