Warganet Soroti Pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Isu Obat BPJS hingga Fasilitas Jadi Perbincangan

0
Compress_20260506_200617_7214

Sanggau, Kalbar [SKN] – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MTh Djaman Kabupaten Sanggau menjadi sorotan publik setelah berbagai keluhan masyarakat ramai beredar di media sosial, terutama Facebook.

Sejumlah warganet mengungkapkan pengalaman mereka terkait pelayanan rumah sakit tersebut. Keluhan yang muncul beragam, mulai dari pelayanan pasien peserta BPJS, ketersediaan obat, fasilitas kursi roda, hingga penggunaan toilet bagi keluarga pasien.

Salah satu isu yang banyak disorot adalah ketersediaan obat bagi pasien BPJS. Beberapa warga mengaku kerap mendapat informasi bahwa stok obat di rumah sakit kosong, sehingga pasien diarahkan untuk membeli obat di apotek swasta.

Kondisi ini dinilai memberatkan, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, mengingat harga obat di apotek swasta relatif lebih tinggi.

“Saya heran, setiap berobat ke sini pakai BPJS selalu disampaikan bahwa obat kosong, lalu disuruh beli di apotek swasta,” tulis seorang warga dalam unggahan di Facebook yang turut menampilkan foto RSUD MTh Djaman.

Unggahan tersebut memicu banyak tanggapan dari warganet. Ratusan komentar bermunculan, sebagian besar mempertanyakan kualitas pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Sejumlah warganet juga menyampaikan dugaan adanya praktik yang tidak semestinya, meski hal ini belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain persoalan obat, keluhan juga datang dari keluarga pasien rawat inap. Seorang warga mengaku tidak dapat menggunakan fasilitas kamar mandi rumah sakit untuk mandi selama menjaga anggota keluarganya.

“Datang rawat inap, tapi untuk mandi tidak diperbolehkan menggunakan toilet. Kami tidak punya keluarga di sini, jarak ke kampung juga sekitar lima jam,” tulis warganet lainnya.

Persoalan ini menjadi perhatian karena dinilai berkaitan dengan aspek kenyamanan dan kemanusiaan, terutama bagi keluarga pasien yang datang dari luar daerah dan harus mendampingi selama masa perawatan.

Dikutip dari media online Lupatan Aktual.id, Direktur RSUD MTh Djaman, Bassilinus saat di konfirmasi media ini pada Rabu (6/5/2026) menjelaskan bahwa fasilitas kamar mandi memang diperuntukkan bagi pasien dan keluarga pasien dan itu boleh di gunakan. Soal ketersediaan obat, ia mengakui bahwa masih ada beberapa jenis obat yang belum tersedia dari pemasok.

“Ada beberapa jenis obat yang belum tersedia karena proses pengadaan dari pihak ketiga, kami terus berupaya mempercepat pengadaan dan kordinasi dengan pihak BPJS kesehatan serta pihak penyedia obat agar tidak terjadi kekosongan stok,” jelas direktur RSUD MTh Djaman, Bassilinus

( Heruskn86 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *