Gawe Naik Dango ke-3 Monterado Angkat Kearifan Lokal di Tengah Perubahan Zaman

0
IMG-20260506-WA0025

Bengkayang, Kalbar [SKN] – Perayaan Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berlangsung meriah dan penuh khidmat di Rumah Panjang Monterado, pada Rabu (4/8/2026).

Kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak tersebut mengusung tema “Ngampar Uma Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman.”

Acara berlangsung lancar dengan dihadiri langsung oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Ketua PKK Kabupaten Bengkayang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, serta sejumlah tokoh masyarakat dan paguyuban.

Gawe Naik Dango merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen padi sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus dijaga secara turun-temurun.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan adat yang digelar di Rumah Panjang Monterado. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang syukuran pascapanen, tetapi juga menjadi ruang mempererat persatuan, melestarikan budaya, dan menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Gawe Naik Dango yang dinilai sebagai salah satu kekayaan budaya daerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, Gawe Naik Dango bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan simbol kuatnya identitas budaya masyarakat Dayak yang sarat makna kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.

“Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk terus menjaga nilai-nilai luhur warisan nenek moyang di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Budaya harus tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, warga Monterado, Lukas, mengaku bersyukur atas pelaksanaan Gawe Naik Dango ke-3 yang berlangsung meriah, tertib, dan lancar. Ia menilai antusiasme masyarakat yang tinggi serta cuaca yang mendukung turut menjadi faktor suksesnya penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut.

“Kami masyarakat Monterado sangat bersyukur acara Gawe Naik Dango tahun ini berjalan meriah dan lancar. Cuaca juga sangat mendukung sehingga seluruh rangkaian acara bisa terlaksana dengan baik,” ujar Lukas.

Lukas berharap ke depan pelaksanaan Gawe Naik Dango di Kecamatan Monterado dapat digelar lebih meriah lagi dengan rangkaian kegiatan budaya yang lebih beragam serta terus dikembangkan agar semakin dikenal luas.

“Harapan kami ke depan, Gawe Naik Dango di Kecamatan Monterado bisa lebih meriah lagi, lebih ramai, dan terus dikembangkan agar budaya leluhur ini tetap hidup dan semakin dikenal generasi muda maupun masyarakat luar,” tambahnya.

Rasa syukur juga disampaikan Ketua Paguyuban PKM (Perkumpulan Keluarga Maluku) Singbebas, James Lette. Ia menyampaikan apresiasi karena kegiatan budaya tersebut dapat terlaksana dengan baik meskipun digelar dengan semangat gotong royong dan dukungan anggaran yang terbatas.

James mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk kehadiran langsung Bupati Bengkayang yang dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh panitia dan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar walaupun dilaksanakan dengan semangat gotong royong. Kehadiran Bupati Bengkayang menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami semua,” ujar James Lette.

Menurut James, momentum Gawe Naik Dango tahun ini juga menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya Paguyuban Ambon atau Perkumpulan Keluarga Maluku Singbebas turut hadir dan ambil bagian dalam perayaan budaya Gawe Naik Dango di Kecamatan Monterado.

“Ini merupakan pertama kalinya Paguyuban Ambon hadir dalam acara Gawe Naik Dango, dan kami merasa bangga bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan budaya yang penuh makna ini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula Penasehat Perkumpulan Keluarga Maluku Singbebas, Jefry D. Tanamal, yang ikut memberikan dukungan dan semangat terhadap keterlibatan paguyuban dalam mempererat persaudaraan lintas budaya di Kabupaten Bengkayang.

Tema “Ngampar Uma Ngarak Padi” menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat Dayak tidak dapat dipisahkan dari alam, pertanian, dan nilai adat yang menjadi fondasi kehidupan bersama.

Selain menjadi perayaan budaya, Gawe Naik Dango juga diharapkan mampu menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan adat istiadat leluhur di tengah arus globalisasi.

Dengan terselenggaranya Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026 di Kecamatan Monterado, masyarakat berharap tradisi adat ini terus lestari dan menjadi kekuatan budaya yang memperkokoh identitas lokal di Kabupaten Bengkayang.

( Heruskn86 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *