Gebyar Hardiknas 2026 di Singkawang: Belarak Pengantin dan Saprahan Hidupkan Budaya Melayu

0
IMG-20260429-WA0007

Singkawang, Kalbar [SKN] – Nuansa budaya Melayu terasa kental di Kota Singkawang saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Gebyar Hardiknas 2026 bertema belarak pengantin dan saprahan di Rumah Adat Melayu Singkawang, Kalimantan Barat, pada Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Para peserta tampil mengenakan busana adat Melayu sambil diiringi musik tradisional, menciptakan suasana meriah yang menarik perhatian masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Kota Singkawang, H. Asmadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang.

Asmadi menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Melayu kepada generasi muda sejak dini. Selain itu, tradisi belarak pengantin dan saprahan juga mengandung nilai estetika, tata krama, serta semangat gotong royong yang penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Momentum Hardiknas ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, termasuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk 17 paguyuban yang ada di Kota Singkawang, untuk terus bersinergi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, lomba belarak pengantin dan saprahan merupakan salah satu langkah konkret dalam mempertahankan kearifan lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Hafidz Muhsin dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Sekretaris Daerah Singkawang Ir. Dwi Yanti, S.T., M.T., M.H., Ketua Umum MABM Kalbar Chairil Effendy, serta Ketua TP PKK Singkawang Ny. Rahmadiyanti Muhhamadin.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi lomba belarak pengantin dan saprahan ini. Ini merupakan bentuk nyata upaya kita dalam melestarikan budaya daerah sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan identitas budaya kepada generasi muda,” ujarnya.

Pewarta : Gafar Hamzah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *