Pokja PWI Kabupaten Bengkayang Peringati HPN dan HUT PWI Ke-80 Bersama Forkopimda
Bengkayang, Kalbar [SKN] – Pokja persatuan wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkayang mengelar peringatan hari pers Nasional (HPN) sekaligus merayakan hari ulang tahun (HUT) PWI yang ke-80, bertempat di Aula Rangkaya Lantai V Kantor Bupati Bengkayang Jalan Guna Baru Trans Rangkang Kelurahan Sebalo Kecamatan. Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, bersama Forkopimda Bengkayang, pada Senin (10/2/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul Rizal, Dandim 1209/ Bky representasi Pasi Intel Kodim 1209/Bky Kapten Inf B. Sijabat, Kapolres Bengkayang mewakili Kabagren Polres Bengkayang, Akp. Maju Kenedi Siregar, SH, MH, Kejari Bengkayang perwakilan Kasi Intel Kejari Bengkayang Tezar SH, Danlanud Harry Hadisoemantri perwakilan Ps. Kasenkom Lanud Had Lettu Lek Reza Maulidiansyah, ST, Ketua Pokja PWI Bengkayang Yulizar, Kadis Kominfo Bengkayang Ucok Parsaulian Hasugian, S.STP., M.Si, Ketua Bawaslu Susanti, Kepala Rutan Klas II B Bengkayang mereka Erigh, MABM Bengkayang Anda Urai Rafil, Persatuan Orang Melayu (POM) Bengkayang Suherman dan Perwakilan Tokoh Masyarakat Kabupaten Bengkayang
Dalam Sambutannya ketua Pokja PWI Bengkayang Bapak Yulizar mengatakan dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Delapan puluh tahun Indonesia berdiri dan berkiprah. Delapan puluh tahun pula PWI mengawali perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era demokrasi modern saat ini, pers tidak pernah absen menjadi bagian dari denyut kehidupan Negara.
“Pers adalah pilar demokrasi. la menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. la juga menjadi ruang klarifikasi, kontrol sosial, sekaligus sarana edukasi publik. Kami menyadari, sinergi antara pers, pemerintah daerah, TNI, dan Polri sangatlah penting dalam menjaga stabilitas, memperkuat pembangunan, serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat,” ucapnya
Lebih lanjut Yulizar mengatakan Kritik dari pers bukanlah bentuk perlawanan, melainkan wujud tanggung jawab moral agar roda pemerintahan tetap berjalan dalam rel transparansi dan akuntabilitas. Di era digital saat ini, tantangan pers semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat kerap memunculkan hoaks dan disinformasi. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk semakin profesional, kompeten, serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.
Momentum Hari Pers Nasional 2026 ini menjadi refleksi bersama bahwa, Pers harus tetap independen dan berintegritas. Pemerintah dan aparat harus terbuka terhadap kritik yang konstruktif. Sinergi Forkopimda dan insan pers harus terus diperkuat demi kepentingan masyarakat luas.Kami percaya, dengan komunikasi yang baik dan kemitraan yang sehat, Kabupaten Bengkayang akan semakin maju, aman, dan sejahtera. Pada momentum yang baik ini pula, kami menyampaikan harapan agar pada tahun 2027 Pokja PWI Kabupaten Bengkayang dapat melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” jelas Yulizar
Sejak saat ini, mari kita mempersiapkan diri demi meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers di daerah. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak terhadap keberadaan pers di daerah ini.
“Selamat Hari Pers Nasional 2026.
Selamat Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia. “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”
Semoga pers Indonesia semakin profesional, berintegritas, dan menjadi cahaya penerang bagi bangsa, khususnya di Kabupaten Bengkayang,” ungkap ketua Pokja Bengkayang mengakhiri kata Perayaannya
Ditempat yang sama Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul Rizal mengatakan selamat memperingati Hari Pers Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia ke-80 di Kabupaten Bengkayang, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pers termasuk bagian penting dari perjuangan demokrasi untuk memperjuangkan suara rakyat yang ditulis berdasarkan prinsip moral dan profesional yang wajib dipatuhi, mencakup independensi, akurasi, keberimbangan, dan itikad baik dalam menghasilkan berita.
“Peringatan Hari Pers Nasional ini juga bertepatan dengan hari lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di tahun 1946, dan pada tahun 2026 ini tema peringatan Hari Pers Nasional adalah Tema Hari Pers Nasional tahun ini memiliki relevansi tinggi dengan sasaran Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” untuk mendukung Indonesia Emas 2045, dimana Pers berperan sebagai akselerator dengan menyuarakan ekonomi rakyat, mengawal program pemerintah, serta memperkokoh Keadilan bangsa dan Negara,” kata Wakil Bupati Bengkayang
Dalam mendukung Tema Hari Pers Nasional, Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bengkayang juga telah menetapkan tema, yakni “Pemajuan Kebudayaan Daerah Yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers” tema ini perlu mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Bengkayang.
“Kemajuan kebudayaan daerah yang inklusif dan berkelanjutan memerlukan sinergi, partisipasi aktif kita semua, pemerintah dan Masyarakat, terutama generasi muda melalui pengalaman budaya dan pengetahuan budaya. Pendekatan Culture experience merupakan metode pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam pengalaman kultural, seperti mempelajari, berlatih, dan berlatih langsung kesenian atau tradisi tertentu. Ini bertujuan, agar budaya lokal tetap hidup, lestari, dan dipahami secara mendalam melalui partisipasi aktif, bukan sekedar teori,” jelas Wakil Bupati Bengkayang
Lebih lanjut wakil Bupati Bengkayang mengatakan, pendekatan melalui pengetahuan budaya adalah metode pelestarian kebudayaan dengan menyediakan, mendokumentasikan, dan menyebarkan luaskan informasi mengenai suatu budaya agar dikenal dan dipelajari. Tujuannya adalah edukasi, peningkatan kesadaran, serta pengembangan potensi daerah melalui dokumentasi seperti artikel, video, atau pusat informasi.

“Dalam kesempatan ini, saya ingin menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkayang mendukung program kerja insan pers untuk mewujudkan dan menjamin kebebasan pers sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan berpedoman kepada regulasi dan ketentuan yang berlaku utamanya berlandaskan pada kebutuhan diseminasi informasi publik yang bertujuan membangun sinergi untuk transparansi, publik pembangunan, dan pelayanan masyarakat,” tegas Bupati Bengkayang
Strategi kemitraan antara pemerintah daerah dan insan Pers perlu terus dijalin dan dijaga untuk mensosialisasikan program dan kinerja pemerintah daerah, menyediakan ruang dialog yang konstruktif dalam menangkal hoaks dan mengawal pembangunan di Kabupaten Bengkayang,” jelas wakil Bupati Bengkayang.
(Heruskn86)
