Kota Toleran Jangan Sampai Mengalami Pembusukan
Singkawang, Kalbar [SKN] – Di balik retorika pembangunan dan gemerlap visualitas Kota, sering kali tersimpan sebuah realitas pahit mengenai pembusukan institusional.
Ketika seluruh pilar pemerintahan—eksekutif, legislatif, hingga penegak hukum, kehilangan kompas moralnya, kota tersebut tidak lagi berfungsi sebagai pelayan publik, melainkan sebagai arena pemuasan ego elit yang korosif.
Sebuah Kota dapat mengalami pembusukan internal ketika para pemegang mandatnya terjebak dalam simulakra politik. Fenomena di mana seorang Walikota mengutamakan pencitraan di atas substansi kebijakan, sementara Wakil Walikota terjerat dalam narsisme politik, bukanlah sekadar masalah gaya kepemimpinan. Ini adalah bentuk maladministrasi struktural yang mengancam fondasi demokrasi lokal.
Baca juga :
Dino Santana : Harus Kritis Karena Rakyat Bukan Pemandu Sorak
Kerusakan semakin parah ketika para wakil rakyat hanya bekerja sesuai kepentingan partai. Secara politik, keberadaan wakil rakyat yang hanya bekerja demi instruksi partai merupakan bentuk pengkhianatan. Seharusnya, wakil rakyat berperan sebagai “suara” konstituen, namun kenyataannya mereka terjebak dalam fungsionalisme partai, di mana kepentingan publik dikalahkan oleh loyalitas buta pada struktur kekuasaan.
Dampaknya adalah lahirnya masyarakat yang terkotak-kotak.
Ketika pemimpin tidak lagi menjadi figur pemersatu melainkan simbol kelompok tertentu, masyarakat kehilangan kohesi sosial.
Hal ini diperburuk oleh hilangnya Modal Sosial, kepercayaan antar warga dan terhadap institusi menguap, digantikan oleh kecurigaan dan polarisasi yang tajam. Krisis kepemimpinan ini bukan sekadar masalah gaya, melainkan ancaman terhadap kelangsungan demokrasi lokal.
Penyelamatan Kota harus dimulai dengan memutus rantai politik transaksional dan mengembalikan hukum pada khitahnya sebagai panglima tertinggi. Tanpa restorasi integritas, kota tersebut hanyalah sebuah entitas kosong yang dihuni oleh warga yang terasing dari pemimpinnya sendiri.
Sumber : Dino Santana pada Jum’at (16/1/2026)
( Heruskn86 )
