Gubernur Kalbar Hadiri Dialog Lintas Suku Dan Agama Yang Digelar Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

0
Compress_20251223_101146_6209

Pontianak, Kalbar [SKN] Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan dialog lintas suku, agama, dan kelompok masyarakat sebagai upaya memperkuat kerukunan serta menjaga stabilitas sosial demi mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (23/12/2025), bertempat di Hotel Mercure Pontianak, Ruang Cendana Lantai 9. Kegiatan yang dihadiri perwakilan TNI, lembaga kemasyarakatan, organisasi kemasyarakatan, paguyuban, mahasiswa, serta unsur pemerintah daerah ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Perdamaian dimaksud tidak hanya bersifat formal di tingkat pusat, tetapi harus tercermin dalam perilaku kehidupan sehari-hari masyarakat Kalimantan Barat.

Ketua FKDM Kalbar menyampaikan bahwa kewaspadaan dini merupakan sistem sosial dan politik yang dirancang untuk mencegah eskalasi konflik melalui deteksi dan respons cepat terhadap potensi gangguan sosial.

Sistem ini menekankan pentingnya kepedulian bersama, komunikasi yang erat, serta kolaborasi antar elemen masyarakat.

“Keberhasilan kewaspadaan dini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi akan mampu menyelesaikan permasalahan secara damai sehingga tercipta lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, FKDM Kalbar juga menegaskan perannya sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi “mata dan telinga” pemerintah daerah dalam mendeteksi serta meredam potensi konflik sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan, dalam sambutan yang dibacakan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan dukungan penuh terhadap peran FKDM. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

“Mari kita bersatu padu, mencurahkan tenaga dan pikiran untuk memajukan daerah dengan semangat kebersamaan. Kita wujudkan masyarakat Kalimantan Barat yang aman, harmonis, dan sejahtera, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan bersama,” pesan Gubernur.

Kegiatan dialog ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan dalam bingkai kebhinekaan, serta mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah agar Kalimantan Barat terus berkembang dan tidak tertinggal dari provinsi lain.

Pewarta : Sri Astuti 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *