Kelangkaan Gas 3Kg : Masyarakat Kecil Menjerit, Kemanakah Gas Subsidi Menghilang

0
IMG-20251217-WA0011

Pontianak, Kalbar [SKN] – Kelangkaan gas LPG 3kg di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah, telah menyebabkan kesulitan besar bagi masyarakat kecil. H. Badrun menyayangkan situasi ini, yang memaksa masyarakat untuk berjam-jam mengantri di pangkalan gas hanya untuk mendapatkan gas untuk memasak nasi dan kebutuhan makan keluarga.

“Ini sangat tidak adil. Sementara rumah makan besar dan dapur-dapur penjual makanan banyak menggunakan gas 3kg dengan santainya mereka tidak antri, padahal aturanya mereka harus menggunakan lpj orange. Ini kan merampas hak masyarakat kecil dan mereka harus berjuang untuk mendapatkan gas, 3kg ini” kata H. Badrun.

Belum lagi, masyarakat yang antri harus menggunakan KTP dan bisa seharian menunggu, tak sedikit yang mengalami kecelakaan lalu lintas akibat memperjuangkan gas LPG. “Ini kan sangat menyengsarakan rakyat kecil. Undang-undang saja menjamin kesejahteraan masyarakatnya, tapi kenapa kenyataan tidak demikian…?” tambah H. Badrun dengan nada kekecewaan.

Tokoh dan juga inspirator yang kerap menyuarakan aspirasi rakyat ini mempertanyakan kejelasan tentang kelangkaan ini dan berharap segera diatasi. “Terlebih menyambut Natal dan Tahun Baru ini, jangan jadikan alasan rakyat kesulitan LPJ. Ini telah berlangsung sudah beberapa tahun, kemanakah eksistensi keberadaan Pemerintah?” tegas H. Badrun.

H. Badrun meminta agar pemerintah segera menelusuri kemana larinya gas subsidi ini dan mengambil tindakan tegas untuk mengatasi kelangkaan gas 3kg di masyarakat. “Lagi-lagi masyarakat kecil menjadi tumbal. Ini harus dihentikan!” pungkasnya.

Kelangkaan gas 3kg ini telah menyebabkan kesulitan besar bagi masyarakat kecil yang harus berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar mereka, apakah pemerintah akan segera bertindak, tutupnya 

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *