67 Tahun Jaga Tradisi Ksatria, PERTINA Perkuat Binaan dan Mencetak Mesin Petinju Berprestasi

0
Compress_20261031_200943_3821

Singkawang, Kalbar [SKN] – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) memperingati hari jadinya pada 30 Oktober 2026, Peringatan ini menjadi momentum bersejarah untuk mengenang perjalanan panjang organisasi yang telah menjadi bagian penting dalam perkembangan olahraga tinju amatir di Indonesia sejak didirikan pada 30 Oktober 1959.

Selama lebih dari enam dekade PERTINA telah menjalankan peran dalam membina, mengembangkan, dan menaungi olahraga tinju amatir di tanah air. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah bagi para atlet untuk berkompetisi dan meraih prestasi, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter, kedisiplinan, keberanian, sportivitas, serta jiwa kesatria.

Berdasarkan catatan sejarah, pembentukan PERTINA dilatarbelakangi kebutuhan akan organisasi khusus yang menaungi tinju amatir secara mandiri di Indonesia, Hal ini juga berkaitan dengan persiapan keikutsertaan Indonesia dalam Olimpiade Roma 1960, yang mensyaratkan adanya organisasi tinju amatir tersendiri, PERTINA kemudian berdiri pada 30 Oktober 1959 dan menjadi tonggak penting perkembangan tinju amatir nasional.

Dalam perjalanan sejarahnya, PERTINA turut berkontribusi dalam melahirkan petinju-petinju yang membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional, Pembinaan yang dilakukan melalui organisasi daerah, sasana, pelatih, serta kompetisi berjenjang menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan regenerasi atlet tinju Indonesia.

Memasuki tahun 2026, tantangan organisasi semakin berkembang. Peningkatan kualitas atlet, kompetensi pelatih, profesionalisme wasit dan hakim, penguatan tata kelola organisasi, serta pemerataan pembinaan di seluruh daerah menjadi agenda penting yang harus terus diperhatikan.

Ketua PERTINA Kota Singkawang, Kristianus, S.H., Saat diwawancarai awak media pada Sabtu (31/10/2026) sekira pukul 15:30 WIB menyampaikan bahwa momentum hari jadi PERTINA merupakan kesempatan untuk memperkuat komitmen seluruh insan tinju dalam membangun olahraga tinju amatir, Khususnya di Kota Singkawang.

Menurut saya, usia dan perjalanan panjang PERTINA harus menjadi motivasi bagi seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan keluarga besar tinju untuk terus bekerja serta memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan olahraga.

PERTINA bukan hanya organisasi yang menaungi olahraga tinju, Tetapi juga merupakan wadah pembentukan karakter dan mental generasi muda, Di dalam olahraga tinju, Seorang atlet tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik dan kemampuan teknik, Tetapi juga kedisiplinan, Keberanian, Pengendalian diri, Kejujuran, Dan jiwa kesatria, Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada setiap atlet, Ungkap Kristianus.

Ia menambahkan, Bahwa keberhasilan pembinaan tidak dapat dilakukan oleh organisasi semata, Dibutuhkan dukungan pemerintah daerah, KONI, Para pelatih, Sasana tinju, Orang tua atlet, Serta masyarakat agar proses pembinaan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ia turut mengajak seluruh keluarga besar PERTINA Kota Singkawang untuk menjadikan momentum hari jadi ini sebagai penyemangat menghadapi PORPROV XIV Kalimantan Barat Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 14–20 November 2026 di Pontianak, Lanjut nya.

Persiapan menuju PORPROV merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kita dalam membangun prestasi daerah, Kami berharap para atlet dapat menjalani setiap proses latihan dengan sungguh-sungguh, Menjaga disiplin, Dan memberikan kemampuan terbaik. Apa pun hasil pertandingan nantinya, perjuangan, sportivitas, Dan kehormatan membawa nama Kota Singkawang harus menjadi kebanggaan bersama, Penuturan Kristianus yang akrab di sapa  Kris.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERTINA Kalimantan Barat, Bambang Derryawan, M.Mar.E., menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan memperkuat pembinaan tinju amatir di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Menurutnya, Peringatan hari jadi PERTINA harus menjadi momentum evaluasi sekaligus.

Pewarta : Gafar Hamzah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *