Muktamar XXIII Al Washliyah Tetapkan Masyhuril Khamis Sebagai Ketua Umum

0
Compress_20260713_183859_9147

Banten [SKN] – Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah yang digelar pada 7-10 Juli 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, berlangsung sukses, tertib, aman, dan penuh nuansa persaudaraan. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi arah perjuangan Al Jam’iyatul Washliyah untuk lima tahun ke depan.

Salah satu keputusan utama Muktamar XXIII adalah terpilihnya kembali Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M. sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026–2031. Terpilihnya kembali tokoh tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan para peserta muktamar terhadap kepemimpinan yang telah dijalankan selama periode sebelumnya serta harapan agar program-program organisasi dapat terus berlanjut dan semakin berkembang.

Selain menetapkan Ketua Umum, muktamar juga mempercayakan jabatan Sekretaris Jenderal kepada Prof. Dr. KH. Saifuddin Herlambang, S.Ag., M.A. yang akan mendampingi kepemimpinan organisasi untuk periode 2026-2030.

Pelaksanaan muktamar diikuti oleh ratusan peserta dan peninjau dari berbagai provinsi di Indonesia. Seluruh unsur organisasi, mulai dari Pengurus Besar, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah hingga badan otonom, hadir untuk mengikuti sidang-sidang pleno, komisi, serta pembahasan berbagai program strategis yang akan menjadi pedoman organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Delegasi Pengurus Wilayah (PW) Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi Banten turut hadir berdasarkan surat mandat resmi. Kehadiran delegasi tersebut menjadi bentuk komitmen dalam mengawal jalannya muktamar sekaligus memberikan kontribusi terhadap penyusunan berbagai rekomendasi dan kebijakan organisasi.

Delegasi dari Provinsi Banten terdiri atas unsur Pengurus Wilayah bersama perwakilan Pengurus Daerah kabupaten dan kota. Selama pelaksanaan muktamar, mereka mengikuti seluruh agenda, mulai dari pembukaan, sidang komisi, sidang pleno, hingga proses pengambilan keputusan yang berlangsung secara demokratis, musyawarah, dan penuh rasa kekeluargaan.

Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam muktamar, di antaranya penguatan dakwah Islam, peningkatan mutu pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan pelayanan sosial, pembinaan generasi muda, serta penguatan peran organisasi dalam mendukung pembangunan nasional. Seluruh agenda tersebut diarahkan agar Al Jam’iyatul Washliyah semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendiri organisasi.

Keberhasilan penyelenggaraan Muktamar XXIII menjadi bukti nyata soliditas seluruh kader Al Jam’iyatul Washliyah. Perbedaan pandangan yang muncul selama proses persidangan mampu diselesaikan melalui mekanisme musyawarah, sehingga seluruh keputusan yang dihasilkan mencerminkan semangat persatuan, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap masa depan organisasi.

Suasana persaudaraan yang terbangun selama empat hari pelaksanaan muktamar juga memperlihatkan kuatnya komitmen seluruh peserta dalam menjaga marwah organisasi. Semangat ukhuwah Islamiyah menjadi landasan utama dalam setiap pembahasan maupun pengambilan keputusan, sehingga muktamar berjalan dengan tertib hingga penutupan.

Usai penutupan muktamar, berbagai ucapan syukur dan apresiasi disampaikan kepada seluruh panitia pelaksana, peserta, peninjau, aparat keamanan, serta semua pihak yang telah mendukung suksesnya agenda lima tahunan tersebut.

Delegasi PW Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi Banten menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan sekaligus mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru yang telah diberikan amanah untuk memimpin organisasi.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan menghasilkan keputusan yang membahagiakan bagi seluruh keluarga besar Al Washliyah. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan muktamar ini. Semoga kepengurusan baru mampu membawa Al Jam’iyatul Washliyah semakin maju, memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar perwakilan delegasi PW Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi Banten.

Dengan berakhirnya Muktamar XXIII, kepengurusan baru Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026-2031 diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat konsolidasi di seluruh tingkatan kepengurusan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperluas kontribusi Al Jam’iyatul Washliyah dalam pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Momentum muktamar ini juga menjadi titik awal untuk mempererat sinergi antara seluruh pengurus wilayah, daerah, cabang, hingga ranting di seluruh Indonesia.

Dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang baru, Al Jam’iyatul Washliyah diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi Islam yang terus menjaga persatuan umat, memperjuangkan pendidikan berkualitas, mengembangkan dakwah yang moderat, serta aktif mengambil bagian dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Sumber : Yulizar

( Heruskn86 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *